728x90 AdSpace

recentcomments
  • Latest News

    Thursday, September 8, 2016

    Jessica, Obat Kadaluarsa, Narkoba, dan ISIS

    ​PALMERAH, KOMPAS.com – Beberapa berita yang terjadi hari Rabu (7/9/2016) lebih menonjol dibanding berita lainnya. Di antaranya yang selalu menyedot perhatian banyak orang adalah sidang terhadap Jessica yang didakwa menjadi dalang pembunuhan Mirna.

    Tema lain yang juga hangat adalah soal peredaran obat-obat kedaluwarsa. Kemarin petugas menemukan ratusan obat kedaluwarsa yang dijual oleh puluhan apotek di Pramuka.

    Hal lainnya, menyangkut penyanyi Reza Artamevia yang semula disebut positif narkoba, lalu beberapa hari kemudian dinyatakan negatif. Perkembangan terakhir, kemarin Polda Bali menyebut Reza positif methaphetamine yang sebenarnya tergolong narkoba. Manakah yang benar?

    Berita lain yang menarik adalah soal gerombolan ISIS yang dahulu mewajibkan para wanita memakai burka dan penutup muka lainnya. Kini, karena terjadi serangan atas dua komandannya oleh wanita bercadar, ISIS malahan melarang perempuan mengenakan burka di wilayah tertentu.

    1. Sidang Jessica Ribut

    Suasana dalam sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2016), memanas. Jaksa penuntut umum dengan kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso saling membentak.
    Keributan dimulai saat salah satu penuntut umum, Sugih Carmalo, mempertanyakan pernyataan saksi ahli forensik yang dihadirkan pihak Jessica, dr Djaja Surya Atmadja.
    Sugih mengaku bingung, karena hasil toksikologi Labfor, menyebutkan bibir korban berwarna kebiruan. Tapi, saksi ahli mengatakan warna bibir korban malah kemerahan. “Padahal kan ahli mengaku tidak memeriksa korban itu bagaimana?” kata Sugih.
    “Bukan begitu, Pak, anda salah,” jawab Djaja singkat yang kemudian dipotong langsung oleh Sugih.
    “Saya ini jaksa, anda tidak bisa bilang kalau saya salah. Jangan sembarangan, ya,” jawab Sugih dengan nada meninggi.
    Tanya jawab itulah yang memicu terjadinya ketegangan dalam sidang. Ikuti berita selengkapnya di sini.
    2. Obat Kedaluwarsa di Pramuka

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerjasama dengan Polda Metro Jaya melakukan sidak di sejumlah apotek di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (7/9/2016).
    Kanit Indak II Direskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Wahyu menjelaskan, dari sidak tersebut, ada 10 apotek yang diperiksa. Seluruh apotek itu berada di lantai dasar Pasar Pramuka.
    Dari pemeriksaan sementara, kata Wahyu ditemukan ratusan obat kedaluwarsa. Wahyu mengatakan bawah apotek yang terkena sidak itu dipilih secara acak.
    Berita selengkapnya bisa dibaca di sini. Sementara bila Anda ingin mengetahui cara membedakan obat kedaluwarsa yang sudah diganti tanggalnya, simak beritanya di sini.

    3. Reza Positif Narkoba?

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengimbau mahasiswa Universitas Indonesia (UI) pembuat video “Tolak Ahok” untuk pindah ke Timur Tengah. Sebab, Ahok menganggap video tersebut sudah mengarah pada tindakan rasisme.
    “Harusnya dia dikeluarkan, bila perlu dia pindah ke Timur Tengah dan bikin parpol kalau mau menumbangkan Pancasila,” kata Ahok, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/9/2016).
    Ahok juga menganggap pembuat video tersebut, Boby Febri Krisdiyanto, tak pantas mengenyam pendidikan di UI. Sebab, proses pendidikan di UI dibiayai oleh anggaran pendapatan belanja negara (APBN).
    Ahok merasa keberatan, pajak yang dibayarkan kepada negara dipergunakan untuk membiayai pendidikan Boby.
    “Orang sudah rasial gitu, lalu jual nama UI dan minta maaf pakai meterai, selesai. Kalau sudah lulus, jadi pejabat rasial gitu otaknya,” kata Ahok.
    Baca beritanya di sini.
    5. ISIS Larang Burka

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Jessica, Obat Kadaluarsa, Narkoba, dan ISIS Rating: 5 Reviewed By: -
    Scroll to Top